Minggu, 06 Oktober 2013

Kisah Keajaiban Sedekah

Kisah Keajaiban Sedekah – Apa kabar pembaca dan donatur Yatim Al-Mubarok, Judul terbaik ini yang mengulas Rahasia sedekah meliputi pengertian lewat keajaiban sedekah beserta keutamaan sedekah karena ibadah ini sungguh nikmat dan membuat hati terasa tenang sedekah juga membuat pelakunya diberikan kekuatan dan kesehatan serta kesuksesan sedekah membawa hikmah, dengan ini Yuk,,, kita senantiasa bersedekah baik lapang maupun sempit, berikut penjelasannya. Setiap orang ingin selalu menggapai hidup berkah tidak lain dengan cara mengikuti apa yang diperintah Allah SWT dan Rosulnya.Semoga kita senantiasa diberikan kesalihan pribadi dan mendapatkan Anak yang Sholeh.

Suatu hari, seorang Pengusaha datang ke konsultasi. Ia mengadukan bahwa bisnisnya sudah hancur. Dia mengaku tidak memiliki apa-apa lagi. Benar-benar telah habis-habisan. Ternyata, setelah diperhatikan lebih jauh, kemelaratan si pengusaha ini tidak seperti yang terbayangkan. Ia datang membawa mobil sedan Opel. Pemandanggan ini sepintas sangat kontradiktif dengan pengakuan dia.

Sebelum menimbulkan penafsiran yang tidak-tidak, si pengusaha nyeletuk: “Mobil itu tinggal menunggu waktu untuk ditarik dealer.” Ia juga menceritakan bahwa sebagian besar pegawainya sudah dirumahkan. Hanya karyawan yang memahami diri dia yang masih bertahan. Di dalam konseling itu ditawarkan padanya solusi mengatasi kebangkrutan usaha dengan cara bersedekah. “Sebelum bicara banyak tentang solusi bagi bisnis itu sendiri, cobalah Bapak bersedekah. Sedekah itu menolak bala dan memperpanjang umur, di samping mengundang datangnya rezeki. Inilah point Kisah Keajaiban Sedekah”
“Apa maksudnya,” tanya dia.
“Bicara bisnis, bicara gampang. Kalau Bapak sudah dekat lagi dengan Allah, bisnis akan lancar lagi. Bapak mau minta tolong kepada Allah kan? Pendekatannya adalah lakukan dengan pendekatan ibadah. Salah satu yang disukai oleh Allah adalah kalau kita mau menolong sesama, meskipun saat ini kita terhitung orang yang susah.”
“Sedekah akan menolak bala. Kalau Bapak menganggap kebangkrutan Bapak adalah bala. Maka, insya Allah sedekah akan bekerja menyelamatkan Bapak dari kebangkrutan total. Sedekah juga bisa memperpanjang umur. Siapa tahu, menurut Bapak, Bapak sudah akan tamat riwayatnya sebagai pebisnis yang andal, beralih sebutan menjadi pebisnis yang bangkrut, kemudian malah bisa berubah kondisinya.”

“Perusahaan Bapak bisa bernapas lagi. Bisnis bergerak lagi. Dan Bapak tidak jadi ‘mati’. Dan, bahkan sedekah bisa mengundang datangnya rezeki. Siapa tahu pula perusahaan Bapak malah kebanjiran order yang Bapak tidak perkirakan sebelumnya. Bukankah Allah bisa memberikan jalan, bisa membukakan jalan, dari arah yang tidak disangka hamba-hamba- Nya?”
“Pak, nanti, kalau sudah menikmati hasil sedekah Bapak, berupa anugerah pertolongan dari Allah, Bapak pelihara sedekah itu menjadi pakaian utama, pakaian sehari-hari dalam berbinis. Sebab apa? Sebab sedekah akan menyembuhkan penyakit, akan menjaga diri dari penyakit. Dalam hal usaha, maka sedekah akan bisa membuat perusahaan terlindungi dari hal-hal yang bisa membuat merugi.”

Si pengusaha ini bingung. Sedekah di saat sulit bukanlah pilihan mudah. “Lagian saya kan nggak punya apa-apa?” begitu katanya.
“Itu. Opel?”
“Yah, mobil Opel itu kan sudah mau ditarik….”
“Nah, dari pada keburu ditarik? Kan lebih baik disedekahkan dulu. Diberikan kepada Allah.”
“Nanti saya pakai apa?”
“Itu tandanya bukan persoalan ditarik atau tidak, tapi persoalan Bapak masih berat melepas barang kesayangan yang mungkin tinggal satu-satunya. Iya kan?”
Todongan statemen tersebut membuat si pengusaha tak bisa mengelak, dan mengiyakan. Suka atau tidak suka, mobil itu memang akan ditarik. Sebab, sudah empat bulan ia menunggak cicilan. Setoran awal, yang semula terasa enteng, hanya kurang lebih Rp 8 juta-an sebulan, kini terasa sangat berat. Belum lagi harus bayar denda dan biaya tarik kendaraan yang selangit. Wuh, berat!

Namun, dia juga tidak pernah terpikirkan untuk menyedekahkan mobil tersebut. Dalam gambaran dia, memanfaatkan kendaraan itu sebelum ditarik oleh dealer adalah lumayan. Lagi pula, kalau nanti ditarik, ia akan bernegosiasi menjual sedan Opel itu, dan masih ada sisa cicilan yang bisa digunakan.

Setelah ngobrol sana ngobrol sini tentang sedekah, dan diyakinkan mengenai pintu-pintu rezeki dari Allah, pengusaha ini secara bulat akan menyedekahkan mobil dia. Berkas-berkas kredit dia kumpulkan, lalu melangkahkan kaki ke showroom. Dia jual Opel-nya kepada showroom mobil. Perusahaan itulah yang akan melunasi seluruh cicilan, termasuk yang nunggak. Selisih antara harga jual dan sisa cicilan inilah yang oleh si pengusaha disedekahkan.

Ajaib! Tidak sampai seminggu, ia kembali lagi berkunjung ke konseling. Kali ini, meski dia naik taksi, wajahnya berseri-seri. Ia kisahkan perjalanan hidup dalam seminggu ini. Awalnya dia mengeluh berat. Tanpa mobil ruang geraknya terbatas.
Ternyata, di balik kesulitan itu dia kedatangan seorang teman dari luar kota yang membawa mobil. Mengetahui bahwa si pengusaha tidak punya aktivitas usaha, dan tentunya memiliki waktu luang banyak, diajaklah muter-muter untuk bertemu si ini, si anu, dan sebagainya.

Buntut dari pertemuan yang tak disangka-sangka tersebut, “Saya dilibatkan untuk ikut berbisnis dengan kawan yang dari luar kota itu,” katanya dengan penuh semangat.
Benar. Allah memang Mahaluas. Dia akan menyediakan jalan-jalan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. “Jadi saya tidak lagi merasakan tidak punya mobil,” tuturnya. “Sebab, saya tiap hari masih pakai mobil.”

“Bahkan,” ia melanjutkan, “Dari hasil jalan bareng dengan kawan ini banyak order untuk perusahaan yang kemudian di-sub-kan ke perusahan saya.” Malah, dengan bangga pula ia kisahkan tentang beberapa karyawan yang dulu diistirahatkan telah dipanggil kembali mengerjakan proyek-proyek baru.
Rezeki memang datang dari arah yang tak disangka-sangka, jika Allah sudah menghendaki. Sekian artikel dengan judul terbaik “Kisah Keajaiban Sedekah“. Wassalam
Oleh ; Ust. Yusuf Mansur 


Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabipun bertanya : sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.”
[HR Thabrani]

Sabtu, 28 September 2013

Mari Bersedekah

Mari Bersedekah
karna bersedekah tak akan rugi
karna bersedekah itu indah
karna bersedekah itu gaya
karna bersedekah itu nikmat
karna bersedekah tambah kaya
karna bersedekah bikin happy


“Dan barang siapa yang sedang disempitkan rezekinya, hendaknya dia berbagi dari apa yang Allah sudah berikan kepadanya…” (QS Ath Tha­laaq: 7)


Di bawah ini kisah yang pernah dituturkan oleh Ustadz Yusuf Mansur dalam bukunya The Miracle.

SEORANG pengusaha jual mobil mobil bekas, mengaku bisnisnya berkembang, aman dari penipuan dan kerugian, adalah karena sedekah. “Bener lo. Saya akuin sendiri..,” tutur Koh Budi.

Koh Budi ini pedagang mobil yang cukup besar di kawasan Kalideres. Luqman pernah melakukan satu transaksi jual beli mobil di showroomnya, AB Motor.

“Bener apanya?” tanya Luqman.

“Bener, bahwa sedekah itu akan memperlancar rezeki. Saya biasanya membagi fakir miskin, mem­bagi sekitar showroom. Berderma kurang lebih 10% dari keuntungan saya… Yang saya rasakan, bisnis saya semakin berkembang, dan banyak kemu­dahan,” kata Koh Budi.

Ailap kawan bisnisnya di AB Motor mengang­guk membenarkan Koh Budi ini termasuk pebisnis yang gemar mengeluarkan sedekah.

Dalam kaitannya dengan apa yang saya bicarakan sekarang, yaitu tentang mengundang kekuasaan Allah dan mengundang keterlibatan-Nya di usaha Koh Budi, sekarang, coba ubah dikit pola sedekahnya. Bila selama ini Engkoh bersedekah setelah untung, coba sekarang Engkoh bagi sedekah itu sebelum untung.

Sebelum untung? Ya, sebelum untung. Darimana duit buat sedekahnya? Kan belum untung ya?

Luqman mengerti bahwa pertanyaan ini bukan pertanyaan sebenarnya. Sekadar pertanyaan jeda biasa.

Seni Sedekah
Di situlah seninya bersedekah. Sedekah setelah ada duit itu biasa. Sedekah setelah untung juga, biasa. Itu lebih merupakan tanda syukur. Jika kita punya bisnis, kemudian untung, dan sebagian keuntungan itu kita sedekahkan, maka Allah akan menganggap kita sebagai orang yang bersyukur. Lalu, di mana Allah “mau bertang­gung jawab” atas bisnis kita?

Ya di bisnis berikutnya. Sebab kita sudah mengingatNya sesudah Dia beri karunia berupa keberhasilan bisnis.

Untuk asuransi yang dijamin oleh manusia saja kita rela keluar di depan, masa asuransi Allah berupa sedekah ini tidak berani kita kelu­arkan? Dengan bersedekah seolah-olah kita sudah menjaminkan keamanan tagihan, keamanan keuntungan, dan keamanan bisnis­nya itu sendiri.

Sedekah kan bisa menolak bala ya, selain bisa melipatgandakan rezeki kita. “Betul Koh. Banyak orang yang bisnis, yang dagang, terus benar dia untung sih, tapi lantaran tidak men­geluarkan sedekah, keuntungan itu menjadi tidak berkah,” kata Luqman.

Apa bentuk ketidakberkahannya? Macam­-macam. Adakalanya untung, tapi kemudian badan sakit. Habislah keuntungan itu, atau berkurang.

Jadi Koh Budi hitung berapa unit mobil pekan ini di showroom. Terus coba kalkulasikan keun­tungan bersihnya kira-kira berapa. Hitung pen­geluaran-pengeluarannya, dari mulai kewajiban ke bank, nilai sewa tempat, karyawan, listrik, tele­pon, air, pajak ini pajak itu, dan biaya ini biaya itu.

Setelah itu dari prediksi keuntungan bersih, keluarkan 10% di muka, sebelum untung. Kalau bisa melakukan ini, Allah akan membuat bisnis Koh Budi 10x lipat entengnya, 10x lipat majun­ya, dan 10x lipat gampangnya. Koh Budi akan 10x lebih enteng dalam menjual unit mobil yang sudah disedekahkan di depan.

Memang tèori sedekah ini mereka sudah rasakan. Mereka sudah melakukan dan sudah merasakan, sehingga terhadap apa yang dikatakan Luqman, tinggal mereka amini saja.

Sebagaimana sering dikatakan Luqman, hampir setiap orang pasti punya pengalaman terkait dengan sedekah. Hanya lantaran keti­adaan pemahaman dan ilmu, lantas mereka tidak menyadari.

Yakni tidak menyadari akibat-akibat baik perbuatan baiknya yang mereka dapatkan bisa jadi adalah buah dan sedekah ini, sehingga begi­tu tabu, misalnya mereka maju sebab mereka rajin sedekah, rasa syukur mereka bertambah-tambah, dan hasilnya, mereka pun semakin rajin bersedekah.

“Bila jadi. Bisa jadi kalau kita berani mende­bet di muka sedekah kita, maka bisnis kita memang akan lebih mudah 10x lipat. Bukankah apa yang kita sedekah itu akan dilipatgandakan oleh Allah pengembaliannya minimal 10x lipat? Maka itu sama saja dengan melipatgan­dakan kekuatan dan percepatan bisnis sebanyak 10x lipat. Begitu juga dengan keamanannya, akan berlipat tingkat keamanannya sebanyak 10x lipat juga,” kata Koh Budi.

Bantuan Allah
Ibarat orang yang sudah membayar uang muka, maka pekerjaan harus dilakukan, karena sudah dibayar. Secara bercanda, bila Allah “sudah dibayar”, dengan sedekah di muka, masa kemudian bisnis kita tidak dibantu Allah? Begitu Koh Budi membenarkan.

Tentu tidak sehitam putih candaan ini per­lakuan Allah terhadap kita. Tapi apa yang diyakini oleh Luqman dan Koh Budi bisa dirasakan kebenarannya di tengah persaingan bisnis yang cukup sulit ini. Kalau kita tidak meli­batkan Allah, sulitlah yang terjadi.

Bila hanya mengandalkan kemampuan dagang, bila hanya mengandalkan otak dan otot, terlalu banyak kemungkinan yang terjadi. Bila semua kehendak Allah, bila semua keselamatan Allah, bila semua ketentuan masa depan Allah, dan bila semua pertolongan adalah pertolongan Allah, mengapakah kita tidak mengundang-Nya dengan menjawab seruan-Nya untuk menjadi orang yang rajin berderma?

Di tengah-tengah deru mesin mobil yang sedang dipanaskan, dan sedang diatur tata letaknya, Koh Budi masih bercerita, membuat sebuah pengakuan berdasarkan pengalaman­nya..

“Saya pernah punya bisnis kecil, saya min­dapatkan fee sebesar 17,5% dan keuntungan. Tapi selama dua tahun, tagihan itu sulit sekali saya dapatkan. Lalu sang saya lakukan adalah berdoa. Saya bilang, ya Tuhan, kalau saya dapat tagihan itu, saya akan kasih 10% nya ke orang susah. Apa yang terjadi? Yang terjadi, tagihan itu gampang keluarnya.

lni memang cerita iman. Banyak orang tahu tapi meragukan. Dalam artian tidak melakukan apa yang diimani. Termasuk urusan sedekah. Sedekah sudah dijanjikan akan memberi banyak kemudahan bagi setiap orang yang rajin men­geluarkan sedekah. Tinggal sekarang percaya tidak? Kalo percaya, jalani, dan buktikan! Nanti akan merasakan sendiri. Begitu Koh Budi punya keyakinan.

Saudaraku, ada kemudahan bagi mereka yang rajin berderma, karena Allah menjanjikan kemudahan. Jangan pakai sekadar otak untuk berdagang.

Jangan pakai sekadar otot untuk berusaha. Ada potensi ilahiyah yang kalau dipakai, bisa memaksimalkan hasil.

Salah satunya adalah dengan membuat diri rajin berderma, rajin bersedekah. lnsya Allah. Libatkan Allah. Salah satu caranya dengan bersedekah. Sebab Allah senang menolong seorang hamba yang mau menolong hambaNya yang lain.

Kisah yang sungguh inspiratif. Jadi, sahabat al mubarok tak perlu ragu untuk bersedekah karena sedekah itu tidak akan mengurangi harta kita justru akan menjadikannya bertambah bahkan berlipat ganda.


Barang Siapa yang mengerjakan kebajikan baik laki-laki
maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka
pasti akan kami berikan kepadanya kehidupan yang
baik dan akan kami berikan balasan kepada mereka
dengan pahala yang lebih dari pada
yang mereka kerjakan
(qs An Nahl. 97)


Majelis Al mubarok Menerima amanah sedekah anda insyaallah tersampaikan kepada yang berhak pada anak yatim piatu dhuafa hubungi
al-mubarok
bpk dedy ramayanta
0341-9045751 / 0838485778899

Selasa, 02 Juli 2013

Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa

Kepada Yang Kami Hormati
Bapak/Ibu/Saudara/i
Kaum Muslimin dan Muslimat
Dimanapun Berada

Assalamualaikum wr wb
Dalam rangka meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT  maka kami Majelis Talim wa sholawat Al-mubarok mengadakan pengajian keliling rutin 1 bulan sekali, dalam acara pengajian tersebut kami selaku panitia majelis juga mengadakan Santunan rutin kepada anak Yatim Piatu dan Dhuafa.

Kami memiliki harapan besar dengan diadakannya pengajian keliling  ini mengingatkan kita seluruh kaum muslimin dan muslimat agar selalu bersilahturahmi menjalin ukhuwah islamiah antar sesama individu kelompok dan seluruh lapisan masyarakat dan juga Program Santunan Rutin Kepada Yatim Piatu serta Dhuafa 

kami selaku Panitia dan Pengurus Majelis Al-mubarok bermaksud mengajukan kepada pihak Bapak/Ibu/Saudara  sebagai donatur kepada anak yatim piatu serta dhuafa berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.

         Demikian surat ini kami ajukan, Besar harapan kami agar permohonan tersebut dapat dikabulkan. Atas perhatian Saudara, kami sampaikan terima kasih.
Wassalamualaikum wr wb


Hormat Kami
Ketua
Al- Mubarok
Bp Dedy Ramayanta
0341-9045751


Kantor Sekretariat : Jl Kh Malik No 17 RT1 RW3 Buring Kedungkandang Malang
Telepon : 0341-9045751 - 8178087 / 081249049259

Data Anak Yatim Piatu

Data Sementara Anak Yatim Piatu umur 0 – 12 tahun
Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang

  1. Mariyatul Kiptiyah lahir 6 mei 2002
Alamat Jl Kedungkandang Timur RT5 RW5 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Safiudin dan ibu Suriyati

  1. Muhammad villa febrianto lahir 29 februari 2004
Alamat Jl Kh malik XVI Rt4 Rw5  Kedungkandang
Anak dari Almarhum Nahrowi dan ibu Fitri Hernawati

  1. Silvi auliya
Alamat Jl Kedungkandang  RT5 RW5 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Supono dan Ibu Zulaikha
  1. Nur Izza Amalia agustin lahir 14 agustus 2002
Alamat Jl Kh malik dalam RT2 RW6 Buring Kedungkandang
Anak dari Almarhum Agus dan ibu Alkama

  1. Zabarij Lutfan lahir 22 Mei 2007
Alamat Jl Kh malik dalam RT1 RW 6 Buring Kedungkandang
Anak dari Almarhum Suhartono dan ibu Siti Aliyah

  1. Diva Ageraini lahir 07 Juni 2008
Alamat Jl Kh malik dalam RT1 RW6 Buring Kedungkandang
Anak dari Almarhum Beni Saputra dan ibu Siti Maulida

  1. Nur Hayyah lahir 5 Juni 2009
Alamat Jl Kh malik dalam RT1 RW3 Buring Kedungkandang
Anak dari Almarhum Nuriyanto dan ibu Sulis Sukawati

  1. Putri Rahayu
Alamat Jl Kh malik dalam RT3 RW4 Buring Kedungkandang
Anak dari Almarhum Abdhul Rokhim dan ibu Mudrika

  1. Miftahur Ramadhani
Alamat Jl Kh malik dalam RT2 RW8 Buring Kedungkandang
Anak dari Almarhum Marzuki dan ibu Wagini
  1. Intan Rahmawati
Alamat Jl Kh malik dalam RT1 RW6 Buring Kedungkandang
Anak dari Almarhum Kasiadi dan ibu Lutfia

  1. Muh Fikri Hamdani
Alamat Jl Kh malik dalam RT2 RW5 Buring Kedungkandang
Anak dari Almarhum Usman Ali dan ibu Ruhana

  1. Sri Wahyuni
Alamat Jl Kh malik dalam RT1 RW5 Buring Kedungkandang
Anak dari Almarhum Muhdor dan ibu Siti Sauda

  1. Achmad Rizki habibi
Alamat Jl Kh malik dalam RT1 RW5 Buring Kedungkandang
Anak dari Almarhum Muhdor dan ibu Siti Sauda

  1. Abdul Hafid
Alamat Jl Kh malik dalam RT5 RW4 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Tiari dan ibu Muliati

  1. Devina
Alamat Jl M Sungkono Rt9 Rw6 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Abdul Mukti dan ibu Nunuk

  1. Nur Aisyah Kumairoh
Alamat Jl M Sungkono Rt6 Rw6 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Ustad Sodikin

  1. Fatimatul Ula
Alamat Jl M Sungkono Rt9 Rw6 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Busari dan ibu Mistiyah

  1. Andhik Wahyudi
Alamat Jl M Sungkono Rt8 Rw6 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Rikwanto

  1. M Putra Ryan Firmansyah
Alamat Jl M Sungkono Rt8 Rw6 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Rikwanto

  1. Rama Biski Al Miski
Alamat Jl M Sungkono Rt8 Rw6 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Rumiatik dan Mulyono

  1. Dina Agraeni Az Zahro
Alamat Jl M Sungkono Rt8 Rw6 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Rumiatik dan Mulyono
  1. Mufida Humairo
Alamat Jl M Sungkono Rt6 Rw6 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Runari dan Ibu Yuli
  1. Sintya Nur Fadila
Alamat Jl M Sungkono Rt8 Rw6 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Safii Dan Ibu Nur

  1. Tiara Putri Dewi
Alamat Jl M Sungkono Rt8 Rw6 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Safii Dan Ibu Nur

  1. Mufid Marzuki
Alamat Jl M Sungkono Rt2 Rw4 Kedungkandang
Anak dari Almarhum Rohman

  1. Muamar Khadafi
Alamat Jl M Sungkono Rt6 Rw6 Kedungkandang

Anak dari Almarhum Ahmad dan ibu Badriyah


* Update Maret 2013

Jumat, 10 Mei 2013

Pandai dan seringlah bersyukur agar sehat lahir batin


Rasa syukur yang diungkapkan dengan kata terima kasih, ternyata tidak hanya sekedar ucapan saja karena manfaatnya terbukti luar biasa. Orang yang banyak bersyukur memiliki psikososial yang lebih kuat dan hal ini juga berpengaruh terhadap fisik yang sehat.

Para peneliti di University of Texas Health Science Center mempercayai bahwa rasa syukur benar-benar memiliki manfaat fisik dan psikososial yang menakjubkan. Hal sederhana seperti berterima kasih ternyata memiliki efek yang luar biasa bagi tubuh.

Hasil penelitian telah menemukan bahwa orientasi rasa syukur akan menempatkan seseorang terhadap:

1. Mendorong tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi, vitalitas,antusiasme, perhatian tekad, dan energi
2. Mengurangi gejala fisik seperti sakit kepala, batuk, mual atau sakit
3. Meningkatkan kekebalan tubuh baik pada orang yang sakit atau sehat
4. Menurunkan respons stres dan tekanan darah
5. Meredakan depresi dan kecemasan
6. Meredam kemarahan dan mengurangi kebencian
7. Memupuk kasih sayang dan empati
8. Meningkatkan hubungan sosial yang positif

Robert A. Emmons, Ph.D., dari University of California Davis, bersama dengan rekannya Mike McCullough dari University of Miami, melakukan percobaan di mana peserta penelitian diberi salah satu dari tiga tugas. Peserta juga diminta mengisi sebuah jurnal mingguan untuk mencatat segala hal yang dirasakannya seperti rasa syukur, stres, frustrasi atau keadaan netral yang tidak positif atau negatif sekalipun.

Setelah 10 minggu, orang-orang yang lebih banyak bersyukur merasa lebih bahagia dan puas dengan kehidupannya dibandingkan kelompok yang lebih banyak merasakan frustrasi. Kelompok syukur juga memiliki keluhan kesehatan yang lebih sedikit dan mampu berolahraga lebih lama hingga 1,5 jam.

Studi lain menemukan bahwa individu dengan gangguan saraf atau neuromuscular disorders (NMDs) juga memperoleh manfaat dari rasa syukur. Bagi orang yang menyimpan jurnal rasa syukur, mengalami peningkatan kualitas tidur dan bangun dengan lebih segar.

Bahkan orang yang selalu bersyukur selalu optimis menatap hari-hari yang akan datang dan dapat membangun koneksi dengan lebih luas dibandingkan peserta lain dalam penelitian. Tetapi tidak semua orang
dapat membangun kebiasaan bersyukur dengan mudah, sehingga hal ini perlu dilatih.

Berikut adalah beberapa saran untuk membangun kebiasaan bersyukur, seperti dikutip dari naturalnews, Sabtu (15/12/2012) antara lain:

1. Buatlah jurnal rasa syukur setiap hari
2. Hargai alam, makanan yang Anda makan atau obyek keindahan
3. Tuliskan secara rinci ungkapan rasa terima kasih
4. Hitung nikmat yang Anda dapatkan setiap hari
5. Fokus pada rasa syukur beberapa saat ketika berdoa
6. Berikan pujian yang tulus untuk anggota keluarga, rekan kerja, atau teman

Jangan lupa untuk bersyukur setiap hari karena tanpa rasa syukur, Anda akan kehilangan manfaat kesehatan yang sangat besar

Asal Usul kalender Hijriyah


Peringatan tahun baru Islam masih selalu dirayakan oleh masyarakat kita. Tahun baru hijriyah. Peringatannya terlihat berbeda dengan peringatan tahun baru Masehi. Bahkan sangat bertolak belakang. Masehi meniup terompet, Hijriyah melantunkan zikir. Masehi menghabiskan sisa malam untuk maksiat dan sia-sia, Hijriyah menghabiskan malam dengan hati yang tunduk dan taubat. Masehi membuang mubazir uang untuk petasan dan kembang api, Hijriyah mempunyai semangat berbagi terutama dengan anak yatim.
Kedua peringatan itu memang tidak ada perintah atau larangannya secara khusus. Tidak ada keistimewaan pada keduanya sehingga harus melakukan ritual tertentu. Tetapi, kalau harus menunjukkan sesuatu, perbedaan peringatan itu menunjukkan perbedaan akar dan semangat.


Akar
keduanya jelas berbeda. Masehi berdasarkan hitungan peredaran matahari, Hijriyah berdasarkan hitungan peredaran bulan. Perbedaan akar yang paling terlihat adalah Hijriyah merupakan karya para pemikir hebat di kalangan para sahabat Nabi, yang dipimpin oleh Umar bin Khattab. Permulaan hitungan tahunnya pun berdasarkan hijrah Rasul mulia Muhammad shallallahu alaihi wasallam.



Kalender Pra Islam dan setelah Islam datang.
Sebelum kedatangan Islam, orang-orang Arab tidak memiliki kalendar yang khusus untuk digunakan bersama. Walau bagaimanapun, mereka mengira setahun itu dengan 12 bulan.

Adapun masyarakat Arab, Ya'la bin Umayyah adalah orang pertama yang membuat kalender, dia adalah orang Yaman. Masyarakat Arab kuno mempunyai beberapa kalender yang berbeda-beda. Mereka tidak bisa satu dalam menentukan hitungan tahun. Anak-anak Ibrahim membuat hitungan tanggal dari peristiwa dilemparnya Ibrahim ke dalam api hingga dibangunnya Ka'bah oleh Ibrahim dan Ismail. Kemudian anak-anak Ismail membuat hitungan tanggal dari keluarnya Saad, Nahad dan Juhainah anak-anak Zaid dari Tuhamah hingga kematian Ka'ab bin Luay. Kemudian hitungan dilanjutnya dari kematian tersebut hingga peristiwa penyerangan pasukan gajah Abrahah ke Ka'bah. Kemudian perhitungan berikutnya banyak yang melihat dari peristiwa pasukan gajah tersebut. Hingga masa kekhilafahan Umar. Dan Umar pun membuat kalender.
Selepas datangnya Islam, orang-orang Arab dan Umat Islam tetap dalam  keadaan demikian (tidak ada kalendar yang khusus). Mereka menetapkan suatu peristiwa, dengan peristiwa-peristiwa yang penting.
peristiwa hijrah al-Rasul saw ke Madinah al-Munawwarah, dalam bentuk tidak diberikan tarikh-tarikh dalam bentuk bilangan dalam setiap tahun, sebaliknya hanya diberikan nama-nama peristiwa penting yang berlaku di dalamnya, maka 10 tahun selepas hijrahnya Nabi saw ke Madinah sehinggalah kewafatan baginda diberikan nama-nama seperti berikut.

1. Tahun pertama (hijrah) dikenali sebagai al-Izn (الإذن)
2. Tahun kedua (hijrah) dikenali sebagai al-Amr (الأمر)
3. Tahun ketiga dikenali sebagai al-Tamhish (التمحيص)
4. Tahun keempat dikenali sebagai al-Turfiah (الترفئة)
5. Tahun kelima dikenali sebagai al-Zalzal (الزلزال)
6. Tahun keenam dikenali sebagai al-Isti’nas (الاستئناس)
7. Tahun ketujuh sebagai al-Istighlab (الاستغلاب)
8. Tahun kelapan sebagai al-Istiwa’ (الاستواء)
9. Tahun kesembilan sebagai al-Bara-ah (البراءة)
10. Tahun kesepuluh sebagai al-Wada’ (الوداع)

Pemerintahan Sayyidina Umar bin Khattab
Pada waktu sahabat Umar bin Khattab menjadi kepala Negara di Madinah, banyak Negara-negara yang takluk dengan Madinah seperti :

* Negara Mesir
* Negara Irak atau Mesopotamia
* Negara Yaman
* Negara Bahrain
* Negara Persi atau Iran
* Negara Palestina
* Negara Syiria
* Negara Turki

Sebelum Negara-negara seperti Syiria, Turki, Mesir dan Palestina masuk wilayah Medinah, Negara-negara tersebut masuk wilayah Negara Rumawi yang Kristen. Negara Negara seperti Kuffah, Baghdad , Basroh di Irak masuk wilayah Negara Persi.
Setelah Sahabat Umar bin Khattab r.a. menjadi kepala Negara Madinah selama 10 tahun beberapa Negara tersebut di atas dikuasai dan pusat pemerintahannya berada di Madinatul Munawaroh. kemudian mengangkat beberapa Gubernur yaitu antara lain :

* Sahabat Muawiyyah diangkat menjadi Gubernur di Syiria, termasuk wilayahnya adalah Yordania.
* Sahabat Amru bin Ash diangkat menjadi Gubernur Mesir.
* Sahabat Musa Al As’ari diangkat menjadi Gubernur Kuffah.
* Sahabat Mu’adz bin Jabal diangkat menjadi Gubernur Yaman.
* Sahabat Abu Hurairah diangkat menjadi Gubernur Bahrain .
Ibu Kota Negara sebagai pusat kendali pemerintahan dibawah seorang Kepala Negara yang disebut Amirul Mukminin adalah di Madinah dibawah pimpinan Sahabat Umar Bin Khathab.



Pembuatan kalender hijriyah

Pembuatan kalender Islam Hijriyah dilakukan di masa kekhilafahan Umar bin Khattab. Ada beberapa penyebab pembuatan kalender hijriyah.
Penyebab pertama, adalah bermula dari surat Abu Musa al-Asy'ari kepada Umar. Dalam suratnya itu dia menulis: Surat-surat dari Anda datang kepada kami tanpa tanggal.
Penyebab kedua, Umar sendiri pernah merasakan masalah dari ketiadaan tanggal pada surat-surat yang masuk. Suatu saat ada surat penting kepada Umar dan hanya tertulis pada surat tersebut Bulan Sya'ban. Umar bingung dan bertanya: Apakah ini Sya'ban yang akan datang atau Sya'ban yang sekarang?
Penyebab ketiga, seseorang meminta kepada Umar: buatkan kalender! Umar bertanya: apa itu? Orang itu menjawab: Seperti yang dilakukan oleh masyarakat lain untuk mengetahui ini bulan apa dan tahun berapa.
Kemudian Sahabat Umar r.a memberikan instruksi: Buatkan kalender!
Rapat digelar. Dikumpulkan beberapa sahabat Nabi yang merupakan "ahli syuro" (orang yang dapat di percaya untuk bermusyawarah) untuk membicarakan pembuatannya.
Pembahasan pertama tentang hitungan untuk tahun pertama, dimulai dari peristiwa apa.
Ada beberapa usulan. Ada yang mengusulkan agar perhitungan tahunnya ikut masyarakat Romawi yang telah menghitung tahun mereka dimulai dari sejarah Dzul Qornain. Usulan ini ditolak rapat dengan alasan di antaranya adalah terlalu panjang.
Usulan berikutnya ikut masyarakat Persia. Usulan ini juga ditolak dengan alasan bahwa setiap ganti pemimpin, maka dia mengganti hitungan tahun sesuai kehendaknya sendiri dan membuang hitungan tahun yang telah ada sebelumnya.
Rapat akhirnya memutuskan untuk memulai hitungan tahun dari sejarah Rasulullah sendiri. Dari sekitar 23 tahun perjuangan Rasulullah, ada yang mengusulkan beberapa hal. Di antaranya ada yang mengusulkan agar dimulai dari diutusnya Nabi pertama kali. Tetapi akhirnya rapat para sahabat memutuskan untuk memulai tahun pertama dari hijrah Rasulullah.
Berikut alasan Umar: Karena hijrah beliau adalah merupakan pemisah antara yang haq dan bathil. Menurut riwayat lain, Ali bin Abi Thalib adalah orang yang usul agar penanggalan dimulai dari hijrah Rasul. Alasan Ali adalah: Itu merupakan peristiwa meninggalkan negeri kemusyrikan.
Pembahasan kedua dalam rapat itu adalah bulan untuk memulai tahun yang dimulai dari hijrah Nabi.
Berbagai usulan disampaikan. Ada yang mengusulkan agar tahun Islam dimulai dari Bulan Ramadhan, sebagai bulan suci dan bulan ibadah. Tetapi akhirnya kesepakatan didapat untuk memulai tahun dengan Bulan Muharram. Alasannya adalah: Muharram merupakan bulan selesainya masyarakat melaksanakan ibadah haji mereka dan ini adalah bulan haram (mulia).
Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 M, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad yaitu keluar dari kota Mekkah pada hari kamis akhir bulan Shafar, dan keluar dari tempat persembunyiannya di Gua Tsur pada tanggal 2 Rabi’ul Awwal (20 September 622 M) untuk menuju ke Madinah. Dan menurut al-Mas’udi, Rasulullah memasuki Madinah tepat pada malam hari 12 Rabi’ul Awwal , 30 September 622 M. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H
Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan:

  1. Muharram
  2. Safar
  3. Rabiul awal
  4. Rabiul akhir
  5. Jumadil awal
  6. Jumadil akhir
  7. Rajab
  8. Sya'ban
  9. Ramadhan
  10. Syawal
  11. Dzulkaidah
  12. Dzulhijjah


Kemudian kalender Islam tersebut dinamakan Tahun Hijriyah. Jadi adanya ditetapkan tahun Hijriyah itu dimulai dari Sayydiina Umar bin Khathab menjabat Kepala Negara setelah 5 tahun. Dan tahun Hijriyah mulai diberlakukan bertepatan dengan tahun 640 M. Setelah tahun Hijriyah berjalan 5 tahun kemudian Sahabat Umar Bin Khathab wafat.



Rotasi bulan

Bila tahun masehi terdapat sekitar 365-366 hari dalam setahun, tahun hijriyah hanya berjumlah sekitar 354-355 hari. Menurut Izzudin, perbedaan ini disebabkan adanya konsistensi penghitungan hari dalam kalender hijriyah.
"Rata-rata, jumlah hari dalam tahun hijriyah antara 29-30 hari. Sedangkan, tahun masehi berjumlah 28-31 hari. Inilah yang membedakan jumlah hari antara tahun masehi dan tahun hijriyah," jelas anggota Badan Hisab dan Rukyah PWNU Jawa Tengah ini.
Pada sistem kalender hijriyah, sebuah hari atau tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut. Kalender hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan yang memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari). Hal inilah yang menjelaskan hitungan satu tahun kalender hijriyah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan penghitungan satu tahun dalam kalender masehi.
Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam kalender hijriyah bergantung pada posisi bulan, bumi, dan matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi; kemudian pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan matahari (perihelion).
Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dan bumi berada di titik terjauhnya dari matahari (aphelion). Dari sini, terlihat bahwa usia bulan tidak tetap, melainkan berubah-ubah (antara 29 hingga 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (bulan, bumi, dan matahari).
Penentuan awal bulan ditandai dengan munculnya penampakan bulan sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya matahari sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. 
Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.